Obat Sakit Gula deNature Indonesia

Tak ada yang enak dari sakit gula, yang dalam bahasa medis disebut diabetes melitus, karena Anda dilarang mengonsumsi gula. Bahkan bukan cuma gula, makanan yang rasanya hambar pun dilarang, nasi contohnya. Diet diabetes lebih dari sekadar diet untuk menjaga berat badan, karena bukan bentuk tubuh saja yang harus dijaga, tapi juga kadar gula darah Anda. Sebisa mungkin, hitung asupan kalori setiap hari dan seimbangkan dengan aktivitas Anda. Memang, diet ini terdengar tidak sederhana.

Ada pula beberapa jenis makanan yang menjadi pantangan, seperti makanan tinggi lemak dan sodium, bahkan beberapa jenis protein sebaiknya tak dikonsumsi, terutama yang mengandung potensi kolesterol tinggi. Tapi, tak perlu cemas berlebihan. Artikel ini memberI Anda dua solusi mudah untuk mengatasi diabetes.
Sakit Gula dan Pola Hidup Sehat
Sakit gula bukan perkara besar jika penderitanya bisa menyesuaikan diri dengan pola hidup sehat. Penderita diabetes tipe 1 mungkin tidak mengalami kekagetan perubahan pola hidup, karena tipe ini biasa menyerang anak-anak jadi sejak dini sehingga mereka sudah terbiasa menjaga berat badan, diet ketat, dan olah raga sesuai porsi yang dibutuhkan. Ditambah lagi, penderita diabetes tipe 1 harus mendapat suntikan insulin seumur hidup, maka terpaksa hidup sehat jadi pilihan. Pola hidup sehat bisa jadi guncangan bagi para penderita diabetes tipe 2, terutama mereka yang mengalami obesitas.
Penderita sakit gula yang terbiasa makan dalam porsi besar, tak pernah olahraga, suka dengan cemilan manis, kini harus siap-siap dengan diet ketat, menghindari stres, dan rutin berolahraga. Pola hidup yang sehat ini sangat membantu menghindarkan penderita dari komplikasi dengan penyakit lain dan bahkan meningkatkan kualitas hidup mereka. Meski sebenarnya Anda masih diperbolehkan makan apa saja, lebih baik menghindari semua makanan yang berpotensi membahayakan kesehatan di masa depan. Benar begitu?
Ciri-ciri penyakit gula atau yang juga sering disebut dengan diabetes ini pada awalnya tidak terlihat seperti ciri atau gejala penyakit berat. Oleh karena itu masyarakat terkadang menyepelekannya, hingga tidak mempedulikannya dan akhirnya tidak diobati atau segera ditangani. Ketika Anda sakit, mungkin ada baiknya Anda periksakan ke dokter untuk mengetahui secara pasti dan secara jelas apa penyebab penyakitnya dan apa jenis penyakitnya. Hal ini juga bertujuan untuk menghindari hal-hal buruk yang tentunya sangat tidak Anda inginkan. Misalnya seseorang sebenarnya sudah menderita penyakit gula sejak lama. Namun penyakit tersebut baru diketahui setelah sekian lama karena munculnya penyakit lain. Hal ini dikarenakan penyakit gula ini terkadang juga bisa terdeteksi karena munculnya penyakit lain.

Mengetahui Berbagai Macam Ciri-Ciri Penyakit Gula

Penyakit gula dari diabetes ini tak bisa dipungkiri menjadi salah satu jenis penyakit yang cukup ditakuti, karena risiko terburuknya adalah kematian. Jika tak kunjung mendapatkan penanganan khusus, seorang penderita penyakit gula juga dikhawatirkan akan mengalami banyak gejala atau ciri penyakit yang sangat menggaggu kenyamanan. Bahkan jika dibiarkan, penyakit tersebut bisa semakin parah dan semakin menggerogoti kesehatan penderitanya. Lalu apa solusinya? Secara umum, solusinya jelas dengan memeriksakan kondisi Anda ke dokter dan mulai melakukan pengobatan secara intensif. Akan tetapi sebelum mengetahui hal tersebut, sebaiknya Anda ketahui dilu beberapa ciri-ciri penyakit gula yang mungkin bisa Anda alami dan tentunya bisa membuat Anda semakin waspada.
  1. Banyak Buang Air Kecil
Ciri-ciri penyakit gula yang pertama adalah ketika Anda sangat sering buang air kecil. Mungkin jika dilihat sekilas mata dan tanpa pemeriksaan lebih lanjut, hal ini dianggap sebagai masalah yang sepele. Mungkin dianggap sebagai fenomena kedinginan, terlalu banyak minum, dan sebagainya. Akan tetapi sebenarnya penyakit ini disebabkan karena kandungan glukosa yang terlalu banyak di dalam darah. Ketika jumlah insulin berkurang, maka fungsi atau kinerja ginjal juga tidak akan maksimal. Ginjal tidak bisa menyaring gula atau glukosa untuk dikembalikan ke darah. Dan akhirnya ginjal memperbanyak air yang diambil dari darah untuk menghancurkan glukosa. Inilah yang mengakibatkan kandung kemih Anda semakin penuh dan akhirnya Anda menjadi sering buang air kecil.
  1. Terlalu Sering Merasa Haus
Ketika jumlah insulin tidak mencukupi, fungsi ginjal tidak akan bekerja dengan baik, dan pada akhirnya yang terjadi adalah seperti yang tadi sudah dijelaskan yaitu Anda menjadi lebih sering kencing atau buang air kecil. Nah, seringnya buang air kecil tersebut tentu akan membuat Anda menjadi lebih sering merasa haus yang diakibatkan karena penghancuran glukosa yang terjadi di dalam tubuh. Kegiatan penghancuran glukosa yang terhambat akan menyedot air dari darah, sehingga untuk membuat tubuh Anda seimbang, tubuh seolah menagih air yang sudah dibuang dengan cara minum air putih.
  1. Sering Kesemutan
Ciri selanjutnya adalah tubuh merasa sering kesemutan, terutama pada bagian kaki dan juga tangan. Gejala kesemutan ini juga sering diistilahkan dengan neuropati. Gejala ini juga terjadi secara bertahap karena ternyata kadar glukosa berlebih di dalam darah akan membuat sistem saraf menjadi rusak. Akan tetapi justru gejala kesemutan ini sering dianggap sebagai kesemutan biasa saja. Padahal secara tidak langsung, kerusakan saraf bisa saja menyebar ke seluruh tubuh tanpa Anda ketahui. Dan biasanya kondisi gula darah tinggi ini baru akan Anda rasakan setelah beberapa tahun dan ketika Anda mengalami gejala yang lebih kompleks lagi.